Actualité de l'Anarchosyndicalisme

Aller au contenu | Aller au menu | Aller à la recherche

INDONESIE / BAHASA INDONESIA

Kutipan Bulan ini :

"Kapitalisme adalah internasional, oleh karena itu kita wajib mengorganisasikan diri secara global guna melawan dan membangun spirit alternatif. Nasionalisme dan patriotisme hanya akan membawa kita pada kesia-siaan serta kepalsuan, mereka digunakan sebagai alat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan perang penuh darah..."

Solidarity Federation

Fil des billets - Fil des commentaires

jeudi 14 novembre 2019

Anarchist Union of Iran and Afghanistan Menyerukan Perjuangan Bersenjata pada Revolusi Iran

*Anarchist Union of Iran and Afghanistan Menyerukan Perjuangan Bersenjata pada Revolusi Iran*
.
Anarchist Union of Iran and Afghanistan siap bekerjasama dengan kelompok oposisi bersenjata lainnya.
.
Anarchist Union of Iran and Afghanistan percaya bahwa rezim Republik Islam Iran tidak akan ragu untuk membantai orang-orang Iran seperti yang sudah dilakukan direzim Suriah dan Irak, serta Iran dalam beberapa hari ini (tercatat sudah lebih dari 100 orang terbunuh dalam demonstrasi), oleh sebab itu Anarchist Union of Iran and Afghanistan menyatakan siap bekerjasama dengan semua kelompok oposisi bersenjata dari Kurdi, Arab, dan Baloch. Sehubungan dengan makin meluasnya penindasan terhadap masyarakat Iran, kita harus dapat memberi mereka alat yang tepat untuk membela diri, sebelum ada lebih banyak orang mati dan gerakan rakyat ditekan secara permanen. Karena itu kebutuhan untuk membentuk sebuah front revolusioner bersenjata untuk mendukung dan membela rakyat dari para algojo rezim Islam sangat mendesak dan perlu. Jika mungkin untuk mengangkut senjata ke orang-orang di Iran, Anda seharusnya tidak ragu sejenak untuk mencegah lebih banyak orang berdarah dan dikuburkan. Tugas oposisi revolusioner dan radikal di luar Iran adalah untuk memberikan dukungan logistik dan strategis untuk perjuangan dan perlawanan orang-orang di dalam Iran.

Lire la suite...

mardi 30 juillet 2019

[Terjemahan] Wawancara dengan Persatuan Anarkis Iran dan Afghanistan

AMW mewawancarai kawan-kawan dari Persatuan Anarkis Iran dan Afghanistan (Asranarshisme) tentang potensi perang antara Iran dan Amerika Serikat serta membangun solidaritas internasional dengan kaum anarkis di seluruh dunia

Lire la suite...

vendredi 19 juillet 2019

Menuju Barikade ! (A las Barricadas ! To the barricades !)

"A las Barricadas" ("Menuju Barikade") adalah salah satu lagu yang paling populer bagi golongan anarkis di Spanyol selama Perang Saudara Spanyol. "A las Barricadas" dinyanyikan menggunakan nada lagu Warszawianka, yang disusun oleh Józef Pławiński. Lirik lagu ini ditulis oleh Valeriano Orobón Fernández pada tahun 1936, di mana sebagian dari lirik lagu ini didasarkan pada lirik asli lagu Warszawianka berbahasa polandia yang ditulis oleh Wacław Święcicki.

Yang dimaksud dengan "Konfederasi" pada bait akhir dalam lagu ini adalah organisasi beraliran anarko-syndicalist CNT (Confederación Nacional del Trabajo — "Konfederasi Serikat Buruh Nasional"), yang pada saat itu adalah yang serikat buruh dan organisasi berideologi anarkis terbesar di Spanyol, dan menjadi salah satu kekuatan besar melawan kudeta militer yang didalangi oleh Francisco Franco terhadap Republik Spanyol dari 1936-1939.

Lire la suite...

vendredi 21 juin 2019

PPAS - ASOSIASI TERBUKA UNTUK PEKERJA RESTORAN

Beberapa individu pekerja restoran di PPAS sedang bersiap2 untuk membuat section baru. Apakah kamu juga pekerja resto?

Saat ini seksi pekerja resto ada di Sidoarjo, Surabaya dan Jabodetabek.



Lire la suite...

mardi 4 juin 2019

ANARKISME DI INDONESIA

Anarkisme di Indonesia

Diterjemahkan oleh Jojoz Kurohota dari tulisan berjudul “Anarchism in Indonesia” yang terbit pertama kali di libcom.org.

Jaringan Anti-Otoritarian, May Day 2007

GERAKAN SAYAP KIRI di Hindia Belanda dengan jelas muncul lewat pengaruh dari para Sosial Demokrat dan Sosialis Belanda. Tetapi hanya sedikit gagasan tentang Anarkis yang diketahui.[1] Walau begitu salah satu yang pertama kali mengkritik sistem kolonialisme di Hindia Belanda adalah penulis-anarkis Edward Douwes Dekker, yang dikenal dengan nama samarannya yaitu ‘Multatuli’ (1820-1887). Ia bekerja pada tahun 1842-1856 di dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda, di situ ia berkenalan dengan kebrutalan kolonialisme dan membuat pidato, karya seni serta artikel yang menyerang, dan mencoba untuk membangkitkan opini publik melawan penjajah. Pada awal abad ke-20, teks-teks Multatuli memberi pengaruh signifikan pada pekerja Anarkis dan sindikalis di Belanda.[2]

Lire la suite...

PATRIOTISME : ANCAMAN BAGI KEBEBASAN

PATRIOTISME : ANCAMAN BAGI KEBEBASAN

Oleh Emma Goldman, 1911

dimanche 20 avril 2003

Apakah patriotisme itu? Apakah cinta dengan tempat lahir seseorang, tempat seseorang mengenang masa kecil, mimpi dan aspirasinya? Dengan sebuah tempat, dimana kita dengan jiwa kekanak-kanakan memandang awan yang bergerak dan bertanya mengapa kita tak dapat begerak secepat awan itu? Dengan tempat dimana kita melihat bintang-bintang betebaran di langit ? Dengan tempat dimana kita mendengar kicauan burung dan berangan-angan ingin bisa terbang seperti burung ke tempat nun jauh? Atau, apakah cinta dengan tempat kita dipangku ibu mendengar dongeng-dongengnya ? Singkatnya, apakah patriotisme itu adalah cinta dengan setiap jengkal tempat dimana kita dibesarkan dan bermain, dimana kita dapat mengenang masa kecil yang penuh dengan kegembiraan?

Kalau itu adalah patriotisme, hanya sedikit orang Amerika yang bisa menjadi patriotik, karena tempat bermainnya sudah dibangun menjadi pabrik-pabrik dan dengungan mesin telah menggantikan musik (kicauan) burung.

Lire la suite...

IMORALITAS NEGARA (Mikhail Bakunin)

IMORALITAS NEGARA (Mikhail Bakunin)

Lundi 10 novembre 2003
Kita dapat berasumsi bahwa pembentukan sebuah negara akan mem-provokasi pembentukan negara-negara lain. Hal ini adalah logika karena individu-individu yang berada di luar negara tersebut merasa terancam dan mereka akan berkelompok demi keamanan mereka. Akibatnya manusia telah terpecah belah menjadi banyak negara (kelompok) dan manusia menjadi asing dan ganas terhadap sesamanya.

Dengan perpecahan tersebut, manusia tidak mempunyai hak umum dan kontrak sosial di antara mereka, jikalau hak dan kontrak tersebut ada, negara-negara tersebut akan lenyap dan menjadi anggota federasi dalam suatu negara besar. Keculai negara (maha) besar ini ’merangkul’ seluruh umat manusia, negara ini kan mengundang permusuhan dengan negara lainnya. Kalau kondisinya seperti itu, perang akan menjadi hukum dan kebutuhan hidup umat manusia.

Lire la suite...

KOMUNISME LIBERTARIAN

KOMUNISME LIBERTARIAN

(vers un communisme libertaire)


mardi 10 février 2004

Dari semua buku yang aku baca, di tahun 1930, diatas kapal yang membawaku ke Indocina, buku yang berderet dari Marx hingga Proudhon, Georges Sorel, hingga Hubert Lagardelle, Fernand Pelloutier, Lenin dan Trotsky, buku-buku karya Marx-lah yang tanpa diragukan menghasilkan dampak paling besar pada diriku. Buku-buku ini membuka mataku, menyingkap misteri nilai-lebih sistem kapitalis, mengajariku tentang dialektika dan materialisme historis. Sejak saat itu, aku memasuki gerakan revolusioner, membuang kelaut semua pemikiran borjuisku. Aku sejak dari awal, secara insting anti-Stalinis; pada saat itu aku seorang sosialis kiri yang mengambil pendirian disekitar Marceau Pivert dan seorang sindikalis revolusioner dibawah pengaruh Pierre Monatte. Dikemudian hari, tulisan-tulisan Bakunin, dalam enam-volume edisi terbitan Max Nettlau/James Guillaume, jadi semacam operasi katarak yang kedua bagi diriku. Tulisan-tulisan ini meninggalkan bekas selamanya dalam diriku yang menjadi alergi dengan setiap versi sosialisme yang otoriter, apakah mereka menyebut diri Jacobin, Marxis atau Trotskyis.

Adalah dibawah kegemparan yang dilakukan pada diriku oleh tulisan-tulisan ini (Bakunin) yang menuntun aku secara mendasar mengubah penghargaanku terhadap strategi revolusioner yang dikembangkan Lenin, mengkaji ulang (pandanganku sendiri) akan idolaku ini dan meneruskannya dengan sebuah kritik mendalam terhadap konsepsi otoriter tertentu dari pemimpin Bolshevik tersebut. Aku menyimpulkan, dari perdebatan internal, bahwa sosialisme mesti membersihkan diri dari gagasan kediktatoran proletariat yang melelahkan, agar dapat mengembalikan sifat pembebasannya yang otentik.

Lire la suite...

BAGAIMANA LENIN MENGGIRING PADA MUNCULNYA STALIN

BAGAIMANA LENIN MENGGIRING PADA MUNCULNYA STALIN

(Comment Lénine conduit à Staline ...)

mardi 27 avril 2004

BAGI kaum kiri-jauh Leninis, ambruknya Republik Sosialis Uni Soviet telah melontarkan lebih banyak pertanyaan ketimbang yang terjawab. Kalau Uni Soviet benar-benar merupakan sebuah ’negara pekerja’, mengapa para pekerja tidak mau membelanya? Mengapa pada kenyataannya mereka menyambut hangat datangnya perubahan?

Apa yang terjadi pada "revolusi politik ataukah kontra-revolusi berdarah" -nya Trotsky? Organisasi-organisasi Leninis yang tak lagi memandang Uni Soviet sebagai negara pekerja juga belum bisa lepas dari kontradiksi-kontradiksi tersebut. Kalau memang Stalin merupakan sumber permasalahan, mengapa ada begitu banyak pekerja Rusia yang menyalahkan Lenin serta pemimpin-pemimpin Bolshevik lainnya?

Mitologi "Lenin, sang pencipta dan penopang revolusi Rusia" kini sekarat. Demikian pula yang akan terjadi pada semua kelompok Leninis karena, seiring arsip-arsip Soviet makin dibuka, akan semakin sulit untuk mempertahankan warisan Lenin. Sampai saat ini, kaum kiri di Barat telah menghindari dan memalsukan perdebatan tentang Lenin selama 60 tahun. Bagaimanapun, sekarang ini marak bermunculan artikel-artikel dan pertemuan-pertemuan oleh berbagai kelompok Trotskyis yang berusaha meyakinkan para pekerja bahwa Lenin tidak menggiring pada munculnya Stalin. Sayangnya, banyak dari perdebatan ini masih didasarkan atas fitnah dan pemalsuan-pemalsuan sejarah yang telah menjadi gejala Bolshevisme sejak 1918. Pertanyaan-pertanyaan kunci mengenai unsur-unsur apa yang membentuk Stalinisme, dan kapan "Stalinisme" pertama kali muncul dalam prakteknya, dihindari demi mempertahankan retorika dan kepalsuan sejarah

Lire la suite...

CNT-AIT : INILAH PERANG KELAS !


C’est la guerre de classe !

jeudi 22 juillet 2004

CNT-AIT (Federasi Anarkis Sindikalis [1] adalah organisasi kelompok-kelompok dan perorangan-perorangan yang sudah bergobung hendak mengubahi masyarakat tempat kita hidup. Hendak memperbaiki nasib orang-orang kelas burah.

CNT-AIT (Federasi Anarkis Sindikalis) adalah organisasi kelompok-kelompok dan perorangan-perorangan yang sudah bergobung hendak mengubahi masyarakat tempat kita hidup. Hendak memperbaiki nasib orang-orang kelas buruh.

Masyarakat ini dibagi-bagi menjadi kelas-kelas berdasarkan penguasaannya kekayaannya dan lembaga-lembaganya. Golongan yang berkuasaialah orang-orang yang ’memiliki’ paberik-paberik atau sumber-sumber alam. Ada di antaranya yang punya saham-saham atau jadi ketua dewan perusahaan-perusahaan dan sebagainya. Biasanya mereka didukung oleh kelas menengah, yang mendapat kedudukannya dalam masyarakat sebagai hasil perlindungan oleh golongan yang berkuasa yaitu menguasai serta mengatur/memecahbelahkan kelas buruh yang melakukan segala pekerjaan yang perlu. Masyarakat macam ini adalah sumber kebanyakan masalah-masalah yang dialami orang-orang kelas buruh di seluruhdunia. Golongen yang berkuasa berfekad menjaga kedudukannya yang istimewa itu maka harus dimusnahkan. Imilah perang kelas. Perubahan yang benar-benar hanya mewujud kalau orang-orang kelas buruh mengorganisir diri sendiri untuk menghadapi masalah-masalah yang dialami mereka. Kita harus memperlengkapi segala sesuatu untuk diri kita sendiri.

Lire la suite...

lundi 20 mai 2019

ANARKO-SINDIKALISME

Anarko-Sindikalisme merupakan gabungan dari dua buah teori yakni anarkisme dan sindikalisme. Anarkisme berasal dari bahasa Yunani “anarki”, yang bermakna tanpa kekuatan, tanpa kekerasan atau pemerintah. (1) Oleh karena itu Anarkisme adalah paham atau ajaran yang mencita-citakan sebuah masyarakat tanpa kekuasaan atau otoritas, dan pemaksaan. Para penganutnya mendukung penghapusan monopoli ekonomi, penghapusan seluruh lembaga politik dan sosial yang bersifat memaksa dalam masyarakat, dan meggantikan tatanan ekonomi kapitalistik dengan menjalin asosiasi bebas seluruh kekuatan produktif atas dasar kerja kooperatif. (2)

Lire la suite...

vendredi 10 mai 2019

INDONESIA: SOLIDARIDAD CON NUESTROS COMPAÑEROS ANARCOSINDICALISTAS

Una ola de represión de violencia inaudita ha caído sobre nuestros compañeros anarcosindicalistas y anarquistas en Indonesia.

Solo en Bandung, la policía arrestó a 619 personas, que fueron agrupados, desvestidos, estacionados y tomados amontonados en levantamiento, rasgado y marcado con pintura roja. 
Más información y fotos:

Lire la suite...

jeudi 9 mai 2019

INDONESIA : SOLIDARITY WITH OUR COMPANIONS

A wave of repression of unheard-of violence fell on our anarchosyndicalist and anarchist companions in Indonesia.

In Bandung alone, the police arrested 619 people, who were penned, undressed, head-shaved, piled up and taken away in pick-up , shorn and marked with red paint. (see for more info and photos: http://blog.cnt-ait.info/public/INTERNATIONAL/INDONESIE/INDONESIE_2019-05-01_en.pdf)

Lire la suite...

INDONESIE : APPEL A LA SOLIDARITE AVEC NOS COMPAGNONS

Une vague de répression d'une violence inouie s'est abattue sur nos compagnons anarchosyndicalistes et anarchistes en Indonésie.

Rien qu'à Bandung, la police a arrêté 619 personnes, qui ont été regroupées, déshabillées, parqués et emmenées entassés en pick-up, tondus et marqués à la peinture rouge. (cf. pour plus d'info et photos sur ce site : http://blog.cnt-ait.info/post/2019/05/02/INDONESIE-repression-premier-mai-2019)

Lire la suite...

mercredi 8 mai 2019

STRUKTUR ORGANISASI DAN STRUKTUR KEKUASAAN DALAM KOLEKTIF

Realitas mengenai implementasi sebuah masyarakat anarkis sering sekali diragukan. Dan kadang-kadang kita yang "setuju" dengan filosofis anarkisme pun menganggap masya-rakat anarkis sebagai utopia yang tidak dapat direalisasikan.

Sepertinya persepsi kita telah diracuni oleh pemikiran-pemikiran yang memberikan keabsahan kepada pemerintah/ negara dan hak perseorangan. Sistem pendidikan di kepulauan Nusantara sendiri cenderung menggalakkan kita untuk menghayati doktrin-doktrin yang mengakibatkan kita menjadi malas berpikir. Padahal dalam masyarakat tradisional tidak dikenal yang namanya pemerintah dan hak milik pribadi. Contohnya dalam masyarakat adat di Maluku, yang ada hanya hak pakai atas sebidang tanah tanpa kepemilikan oleh pihak swasta [1]. Pada masyarakat tradisional pula, pemerintah, yang waktu dulu adalah kerajaan, lebih berfungsi sebagai mahluk yang parasitis yang selalu meminta (paksa) dari rakyat hasil kerja mereka. Penduduk terikat dengan perbudkan feodal dengan para bangsawan [2]. Tidak ada juga yang namanya patriotisme -buktinya rakyat di Jawa tidak suka membantu rajanya berperang melawan penjajah Barat. Konsep nasionalisme/ patriotisme sama sekali tidak mempunyai akar dalam kehidupan masyarakat kepulauan Nusantara -konsep yang baru diperke-nalkan oleh kaum borjuis (priyayi) kepada masyarakat di akhir abad ke sembilan belas [3]

Lire la suite...

vendredi 3 mai 2019

Aksi Langsung bukanlah vandalisme

“Dengan demikian, tidak ada bentuk khusus dari Aksi Langsung. Beberapa orang, yang hanya bisa mencerap hal-hal secara dangkal, menafsirkannya sebagai aksi huru-hara rendahan seperti memecahkan kaca jendela. Dengan perlakuan yang berangkat dari pemahaman cekak semacam ini (yang tentu saja dapat membawa kebahagiaan bagi tukang kaca), hanya akan menjebak kaum proletariat dalam sudut pandang sempit. Padahal, Aksi Langsung memiliki kemungkinan pilihan tindakan yang begitu luas untuk dilancarkan oleh kaum proletar. Tindakan kelas teri semacam ini justru akan mereduksi Aksi Langsung sebagai tindakan impulsif semata yang berpotensi menghilangkan nilai luhur yang sesungguhnya dikandung oleh Aksi Langsung, sekaligus mengabaikan esensi Aksi Langsung sebagai perilaku simbolis dari pemberontakan kelas pekerja.

Aksi Langsung, adalah sesuatu yang sangat mungkin diterapkan oleh para pekerja untuk kepentingan yang sangat luas dan kreatif. Aksi Langsung adalah kekuatan daya juang yang membidani kelahiran sebentuk hukum baru. Aksi Langsung akan mengabadikan pengakuan atas hak sosial! »

« Aksi Langsung » oleh Emile Pouget

jeudi 2 mai 2019

INDONESIE : Après les émeutes du 1er Mai a Bandung, Surabaya et Makassar et une répression féroce, les anarchosyndicalistes et l’AIT dans le viseur de la police locale.

Les manifestations du 1er mai en Indonésie ont donné lieu à différentes actions de groupes anarchistes, et anarchosyndicalistes. A Bandung, Surabaya et Makassar, plusieurs cortège dont certains de black blocks, se sont affrontés avec la police.

A Bandung, la manifestation regroupait essentiellement des jeunes lycéens, étudiants ou travailleurs précaires. Certains étaient habillés de noir ou portaient des drapeaux rouges et noirs. (cf. le communiqué de la Bibliothèque Anarchiste Catut de Bandung en Annexe 1). A l’issu d’une course poursuite avec les forces anti-émeutes, 619 jeunes (dont 14 jeunes femmes) ont été arrêté par la police qui les a regroupés, parqués, déshabillés et tondus. Ils ont ensuite été entassés comme des bestiaux dans des pick-up et transféré au Commissariat central.

Lire la suite...

ANARKO-SINDIKALISME

Anarko-Sindikalisme adalah cabang dari anarkisme yang berkonsentrasi kepada pergerakan buruh. Sindikalis merupakan kata Perancis yang bermakna "serikat buruh". Para penganut ideologi ini disebut dengan Anarko-Sindikalis. Anarko-Sindikalis berpendapat bahwa serikat buruh merupakan kekuatan yang potensial untuk menuju kepada revolusi sosial, menggantikan kapitalisme dan negara dengan tatanan masyarakat baru yang mandiri dan demokratis oleh kelas pekerja.

Anarko-Sindikalis memandang serikat buruh berpotensi sebagai kekuatan revolusioner untuk perubahan sosial, mengganti sistem Kapitalisme dan negara dengan sebuah masyarakat baru yang dikelola secara demokratis oleh kaum pekerja. Anarko-Sindikalis berupaya menghapuskan sistem kerja-upah dan negara atau kepemilikan pribadi terhadap alat produksi, yang menurut mereka menuntun pada pembagian kelas. Anarko-Sindikalis merupakan aliran gerakan anarkis yang populer dan aktif hingga hari ini. Gerakan Anarko-Sindikalis memiliki pendukung yang cukup banyak di dunia dengan berbagai organisasinya di berbagai belahan dunia.

Pokok-pokok pikiran Anarko-Sindikalis

Prinsip-prinsip dasar Anarko-Sindikalis:

_1. Solidaritas kaum pekerja _2. Aksi langsung _3. Swa-kelola kaum pekerja

Bendera Anarko-SindikalisSolidaritas Kaum Pekerja bermakna anarko-sindikalis percaya bahwa semua pekerja, tak terlepas gender atau kelompok sukunya, berada dalam situasi yang serupa dalam kaitannya dengan majikan (kesadaran kelas). Lebih jauh lagi, hal itu berarti, dalam sistem kapitalisme, setiap kerugian atau keuntungan yang diciptakan kaum pekerja terhadap atau dari majikan akan berakibat kepada semua pekerja. Karena itu, untuk membebaskan diri, segenap pekerja mesti saling mendukung satu dengan yang lain di dalam konflik kelas yang mereka hadapi.

Anarko-Sindikalis percaya terhadap metode aksi langsung - yaitu, aksi yang secara langsung memperoleh keuntungan, sebagai lawan dari aksi tak langsung, seperti memilih perwakilan untuk duduk dalam pemerintahan - akan membebaskan ketertindasan mereka. [1]

Image GIF - 3.6 ko
Bendera Anarko-Sindikalis

(2008/07/25)
 

[1] Rocker, Rudolf. ’Anarcho-Syndicalism: Theory and Practice’ AK Press (2004) hal. 73

mercredi 1 mai 2019

La presse indonésienne cible les anarchosyndicalistes et l'AIT suite aux émeutes du 1er Mai à Bandung

Annexe 2 : Extraits de la presse anglophone d’indonésie

INDONESIE_2019-05-01_Presse-1

''The Indonesian National Police (Polri) Chief General Tito Karnavian regretted the fact that the International Workers’ Day, or May Day, that was held in a generally peaceful manner were ruined by the vandalistic actions of Anarcho-syndicalism groups.

The anarchist group, mostly known for their all-black uniform largely vandalized public and private spaces during the rally on Wednesday.

“There is some sort of foreign doctrine in terms of workers’ issues,” said General Tito at the Polri headquarters on Thursday, May 2. The police chief argues that the anarchy movement is an imported idealism from the international community, such as Russia and a number of European countries before it entered Indonesia a few years back in Yogyakarta, Bandung, Surabaya, and Jakarta.

The Police chief announced that he had ordered police personnel to map out the group’s members following a string of vandalism conducted during several May Day rallies on Wednesday and re-educate the young members joined in the anarchy movement.''

La Police fiche les militants Anarcho-syndicalistes après les clashs du Premier Mai

Le général Tito Karnavian, chef de la police nationale indonésienne (Polri), a regretté le fait que la Journée internationale des travailleurs, ou le 1er mai, qui s’est déroulée de manière généralement pacifique, ait été ruinée par les actes de vandalisme de groupes anarcho-syndicalistes.

Le groupe anarchiste, principalement connu pour son uniforme entièrement noir, a vandalisé des espaces publics et privés lors du rassemblement de mercredi.

"C’est une sorte de doctrine d’origine étrangère qui traite des problèmes des travailleurs", a déclaré le général Tito au siège de la police nationale, le jeudi 2 mai.

Le chef de la police affirme que le mouvement anarchiste est un idéalisme importé de la communauté internationale, comme la Russie et un certain nombre de pays européens, avant son entrée en Indonésie il y a quelques années à Yogyakarta, Bandung, Surabaya et Jakarta.

Le chef de la police a annoncé qu'il avait ordonné au personnel de la police de ficher les membres du groupe à la suite d'une série de actes de vandalisme menés mercredi lors de plusieurs célébrations du 1er mai et de rééduquer les jeunes membres du mouvement anarchiste.   INDONESIE_2019-05-01_Presse-2

''Anarchist Group Incited May Day Chaos, Says Workers' Union

The Indonesian workers’ union suspected the mass rally in Jakarta and across the nation in commemorating the International Workers’ Day or May Day was infiltrated by members of anarchy groups.

“Our groups in Bandung clashed with an anarchy group that infiltrated us. The same was seen happening in Bundaran HI,” said Andi Gani Nena Wea, President of the Confederation of All-Indonesian Workers Union (KSPSI) at the Jakarta Metro Police headquarters on Wednesday.

“Events as these are not isolated to this year’s May Day, last year I clashed with similar groups while rallying near the horse statue in Jakarta,” said Andi Gani.

He urged police personnel to handle this issue before any members of the workers’ union get blamed in future May Day rallies caused by the actions of the anarchy groups. ''

Un groupe anarchiste a incité au chaos du 1er Mai selon le syndicat des travailleurs

Le syndicat des travailleurs indonésiens soupçonne que les rassemblement de masse à Jakarta et partout dans la nation pour commémorer la Journée internationale des travailleurs – ou Premier Mai - a été infiltrée par des membres de groupes anarchistes. "Nos groupes à Bandung ont clashés avec un groupe anarchiste qui nous infiltrait. La même chose s'est produite à Bundaran HI à Jakarta", a déclaré mercredi Andi Gani Nena Wea, Président de la Confédération de tous les travailleurs indonésiens (KSPSI) au siège de la police métropolitaine de Jakarta.

"Des événements tels que ceux-ci ne sont pas isolés au seul Premier Mai, l’an passé je me suis clashé avec des groupes similaires qui se rassemblaient à Jakarta", a déclaré Andi Gani. Il a appelé la police à traiter ce problème avant qu’aucun membre du Syndicat des travailleurs ne soit blâmé dans les futurs rassemblements du Premier Mai pour les actions causées par ces groupes anarchistes. 

==========

Annexe 3 : Article de la presse indonésienne incriminant l’AIT

Tentang Anarcho-Syndicalism yang Gerakkan Massa Baju Hitam di Hari Buruh (Tim detikcom - detikNews)

Massa berbaju hitam-hitam saat hari buruh di Bandung (Mukhlis Dinillah/detikcom)

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut massa berbaju hitam-hitam yang membuat ricuh Aksi May Day di Kota Bandung sebagai kelompok anarcho-syndicalism. Apa yang dimaksud dengan fenomena itu?

Tito menyebut anarcho-syndicalism sebagai fenomena internasional di mana pekerja ingin lepas dari aturan. Menurutnya, fenomena ini berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan.

"Jadi maunya pekerja lepas dari aturan dan mereka menentukan aturan sendiri, makanya disebut dengan anarcho-syndicalism. Ini sudah lama berkembang di Rusia, kemudian di Eropa, Amerika Selatan, termasuk di Asia," jelas Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019). Baca juga: Kapolri Sebut Massa Berbaju Hitam di Hari Buruh Kelompok Anarcho-Syndicalism

Dikutip dari buku 'Political Theorists in Context' karya Stuart Issacs dan Chris Sparks, anarcho-syndicalism atau anarko-sindikalisme adalah cabang dari anarkisme yang berkonsentrasi pada pergerakan buruh. Anarko-sindikalisme meyakini bahwa hanya penghapusan sistem upah dan pembentukan manajemen industri yang mandiri dapat membebaskan para pekerja. Sementara itu, seperti dikutip dari 'Anarcho-syndicalism in the 20th Century' karya V Damier, gerakan ini bangkit dalam dekade pertama abad ke-20. Gerakan ini menyebar ke berbagai negara di belahan dunia, dari Spanyol, Rusia, Prancis, Jepang, Argentina, Swedia, Italia, China, Portugal, hingga Jerman.

Pada 1922, International Workers Association (IWA) dibentuk sebagai federasi internasional untuk serikat buruh anarko-sindikalisme. Organisasi ini mengusung bendera berwarna merah dan hitam. Baca juga: Ratusan Remaja 'Hitam-hitam' yang Ditangkap Polisi Bikin Aksi Vandalisme

Di situs resminya, IWA sendiri membuat seruan saat May Day 2019 kepada para pekerja. IWA menyatakan tujuannya agar para buruh mendapatkan kendali atas hidupnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pemuda diamankan polisi di Bandung lantaran dianggap mengganggu jalannya May Day. Kelompok berbaju hitam-hitam itu melakukan aksi vandalisme. Kehadiran mereka sempat dibubarkan polisi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Para pemuda yang diamankan langsung digiring ke Mapolrestabes Bandung. Rambut mereka digunduli. Di Surabaya, muncul pula massa berpenampilan hitam-hitam. Ulah mereka juga sama, bikin rusuh. Tanpa banyak bicara, massa berpakaian hitam-hitam ini langsung melakukan aksi duduk di depan Gedung Negara Grahadi tempat massa buruh merayakan May Day, Rabu (1/5).

Baca juga: Massa Serba Hitam Muncul Saat May Day di Prancis, 88 Orang Ditangkap

Di Makassar, massa berpakaian hitam-hitam juga beraksi. Kata juru parkir di wilayah Panakkukang, 20 orang berpakaian hitam merusak spanduk reklame, mencoret dinding, dan melempar batu serta balok. Mereka juga melontarkan kata-kata makian.

À propos de l'anarcho-syndicalisme qui a déplacé une masse de black blocs à l'occasion de la fête du travail à Bandung (Mukhlis Dinillah / detikcom)

Jakarta - Le chef de la police nationale, le général Tito Karnavian, a qualifié les groupes vêtus de noir qui ont semé le chaos par leurs actions du 1er mai à Bandung de groupe anarcho-syndicaliste. Quel est ce phénomène ?

Le Général Tito a rappelé que l'anarcho-syndicalisme est un phénomène international dans lequel les travailleurs veulent échapper aux règles. Selon lui, ce phénomène s'est développé en Indonésie ces dernières années.

« Les travailleurs veulent sortir du cadre des lois et déterminer leurs propres règles. C'est ce qu'on appelle l'anarcho-syndicalisme. Cela se développe depuis longtemps en Russie, puis en Europe, en Amérique du Sud, y compris en Asie", a expliqué le général Tito au siège de la police de Rupatama, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Sud, le jeudi 02 mai 2019.

Cités dans l'ouvrage "Les théoriciens politiques dans leur contexte" de Stuart Issacs et Chris Sparks, l'anarcho-syndicalisme est une branche de l'anarchisme qui se concentre sur le mouvement ouvrier. L'anarcho-syndicalisme estime que seules la suppression du système des salaires et la formation d'une organisation indépendante de travailleurs peuvent libérer les travailleurs.

Selon le livre « l'anarcho-syndicalisme au XXe siècle » de Vadim Damier, ce mouvement est né dans la première décennie du XXe siècle. Ce mouvement s'est étendu à divers pays du monde, depuis l'Espagne, la Russie, la France, le Japon, l'Argentine, la Suède, l'Italie, la Chine, le Portugal et l'Allemagne.

En 1922, l'Association internationale des travailleurs (AIT, en anglais IWA) a été créée en tant que fédération internationale des syndicats anarcho-syndicalistes. Cette organisation porte des drapeaux rouges et noirs.

Sur son site officiel, l'AIT-IWA a elle même lancé des appels pour le 1er mai 2019 à l'intention des travailleurs. L’AIT-IWA a déclaré que son objectif était que les travailleurs prennent le contrôle de leur vie.

A Bandung, un certain nombre de jeunes hommes en fait 609 jeunes hommes et 14 fem... avaient été arrêtés par la police à Bandung, car ils étaient réputés interférer avec la manifestation du 1er mai. Le groupe habillé en noir effectuait du vandalisme. Leur présence a été dissoute par la police. Une poursuite s'en est ensuivi. Les jeunes hommes qui ont été appréhendés ont immédiatement été conduits au Commissariat central de Mapolrestabes à Bandung. Leurs cheveux ont été rasés.

À Surabaya, une masse d'apparence noire et sombre est également apparue. Ils ont agi de même, faisant des émeutes. Sans beaucoup de discussions, la foule vêtue de noir vint immédiatement à l'action devant le Grahadi State Building, où la masse des travailleurs célébrait le 1er mai.

À Makassar, la foule vêtue de noir s'est également mobilisée. Un préposé au stationnement a déclaré dans la région de Panakkukang que 20 personnes revêtues de noirs avaient endommagés des panneaux, avaient détruit des murs et avaient jeté des pierres et des poutres. Ils ont également lancé différentes invectives.

Communiqué de la Bibliothèque Anarchiste Catut de Bandung

Nous sommes les enfants des ouvriers et de travailleurs qui travaillent dans les usines, les bureaux, les entrepôts, les ateliers, les restaurants et partout où nos parents s'inclinent devant l'employeur.

Lire la suite...

- page 1 de 2